Jadi singkat cerita sudah hampir tiga minggu aku menjalani rutinitas dengan seribu satu bentuk kesabaran yang berbeda.
Sebelum pacar ke Jakarta aku dengan sombongnya bilang kepada diriku sendiri kalau aku pasti akan bisa melewati ini. Dengan mudah, dengan yakin dan saling percaya.
Meskipun kenyataannya tidak semudah itu,, banyak sekali masalah,,,, masalah kecil jadi besar masalah besar tak terselesaikan .
Tapi entah kenapa, sejauh ini semarah apapun aku dihari sebelumnya, pada hari berikutnya saat aku membuka mata , aku merindukannya dan memulai perbincangan normal lagi tanpa mengingat atau membicarakan pertengkaran kita.
Begitulah aku diawal-awal LDR
Tapi akhir-akhir ini aku mendadak tahu dan mencoba memahaminya. mendadak aku sadar dengan sendirinya, mendadak mengerti dengan situasi ini.
Aku memang tidak sekuat itu, tidak sekuat seperti permintaanmu, tapi aku juga tidak terlalu rapuh. Semoga aku bisa menopang tubuhku sendiri tanpa kamu, yah hanya itu yang aku harapkan .
Mencoba menghadapi yang didepan, karena terlalu jauh untuk kembali kebelakang,
Pernah rasanya ingin menyerah dan berhenti saat melihat perjalananku masih panjang dengannya, di tambah lagi makin jauhnya jarak yang akan aku hadapi ,Tapi saat aku berbalik dan menengok ke belakang kita ternyata sudah terlalu jauh.Seribu hari kita lewati bersama,,,, tinggal ratusan hari didepan kita. Dan tetiba aku menjadi kuat. dan memutuskan untuk menjalani hari-hari ku dengannya.
Cobaan ini semakin berat saja. Kita saling mengerti saling dewasa tapi kita tidak bisa bersama, Dulu kita tidak saling dewasa tapi kita masih bersama sama setiap hari. Aku rasa Tuhan maha adil .
Tuhan memberikan kita semakin berat sesuai dengan berjalannya waktu.
Dan Tuhan ingin melihat sejauh mana kita bisa menghadapi cobaan yang di berikan oleh Nya.
Aku merindukanmu... yah... karena itulah aku memutuskan untuk menemuimu scepatnya.
Tunggu aku sebentar lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar