Setiap orang pada umumnya menghabiskan lebih dari sepertiga
waktu hidupnya untuk “bekerja”, entah sebagai wirausaha, karyawan perusahaan
besar, penulis, polisi, tentara, politisi, seniman, mengurus rumah tangga, atau
apapun yang dikerjakannya.
Apa yang kita dapatkan dari “bekerja”? Apa
hasil atau imbalan dari pengorbanan waktu, tenaga dan pikiran yang kita berikan
untuk kerja kita?
Ada 3 hal yang menjadi
dasar dari “nilai” kerja kita;
Upah; Uang, gajih, tunjangan, fasilitas,
bonus, dan semua pendapatan yang diperoleh dari kerja
tersebut.
Kenikmatan; Passion, panggilan, makna kerja, kecintaan akan hal
yang kita lakukan, sebuah kepuasan batin yang memeberikan kenikmatan tersendiri
karena kita mampu “melakukannya” dengan baik.
Pengakuan lingkungan;
Hormat dan cinta dari keluarga, teman2 sejawat, penghargaan orang2 sekeliling
kita, pengakuan masyarakat akan hasil karya kita. Penerimaan dan penghargaan
dari social structure kita membuat kita merasa kerja yang kita lakukan
memberikan harga diri dan pengakuan atas jati diri kita.
Dari ketiga hal
itu, buat seseorang menjadi “tahan” pada pekerjaannya, setidaknya 2 hal harus
dapat dipenuhi. Dan dalam kenyataannya, memang kebanyakan orang akan mendapatkan
2 dari 3 hal itu dengan sedikit kompensasi kanan kiri.
Seorang guru atau
dosen misalnya, mendapatkan kebahagiaan atas pekerjaannya dan pengakuan hormat
dari masyarakat dan keluarga, tetapi secara finansial tidak cukup
baik.
Seorang pejabat yang korup mendapatkan uang berlimpah dan pengakuan
keluarga dan masyarakat karena kekayaannya tetapi tidak dapat menikmati
kehidupan yang bertentangan dengan batinnya.
Pedagang suksespun, kadang
sangat kaya dan selalu menikmati kerja lemburnya terus menerus, tetapi
keluarganya tidak berbahagia.
Penyair, pelukis, seniman, aktor, mencintai
pekerjaannya, tetapi apakah pengakuan keluarga dan masyarakat serta
penghasilannya cukup baik, belum dapat dipastikan.
Balance, atau
keseimbangan dalam pemilihan kita akan pekerjaan dan berapa banyak waktu, tenaga
dan pikiran yang kita curahkan untuk kerja itu, menjadi hak dan pilihan masing2
individu. Karena pada akhirnya hasil adalah besarnya cinta kita akan hal itu dan
pengorbanan yang kita lakukan.
Pekerjaan apapun yang kita lakukan, adalah
sebuah pilihan, dengan kesadaran dan dengan keyakinan akan apa yang kita
lakukan. Berbahagialah buat orang yang bisa mendapatkan
ketiganya.
*Tanadi Santoso
Tidak ada komentar:
Posting Komentar